Panen Perdana Budidaya Kepiting Bakau (Scylla serrata)

Diskan Batam – Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sejahtera Bersama binaan Dinas Perikanan Kota Batam melaksanakan panen perdana kepiting bakau, Sabtu (20/3/2021). Pokdakan yang berlokasi di Kampung Bagan Kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sei Beduk ini berhasil memproduksi 100 kg kepiting bakau berukuran sekitar 350 gr/ekor atau 3 ekor/kg.

“Kita bersyukur akhir pekan lalu, Pokdakan binaan kita sudah bisa panen. Meski baru terbentuk di awal tahun ini, mereka sudah bisa langsung lakukan panen perdana. Panen perdana kemarin sudah bisa hasilkan 100 kg, dan masih ada 120 kg yang akan dipanen dalam waktu dekat, jadi total 220 kg,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Husnaini di Sekupang, Rabu (24/3/2021).

Untuk saat ini, Pokdakan Sejahtera Bersama menjadi satu-satunya pokdakan di Kota Batam yang aktif dalam budidaya spesies kepiting bernama latin Scylla serrata tersebut. Pokdakan yang diketuai Ramazan ini beranggotakan 25 orang. Mereka bekerja secara swadaya dalam proses pembesaran kepiting bakau hingga siap panen. Begitu juga untuk permodalan, diperoleh dari para anggota secara gotong royong.

“Dari Dinas Perikanan, kita sudah melakukan pembinaan baik terkait kelembagaan maupun teknis. Dan ke depan kita bisa memfasilitasi dan mengupayakan agar para pembudidaya ini bisa mendapatkan bantuan sarana prasarana budidaya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Cicik Kurniawati memaparkan, Pokdakan Sejahtera Bersama mendapatkan bibit kepiting bakau ini dari alam. Tak hanya dari perairan Batam tapi juga didatangkan dari Kabupaten Lingga.

“Untuk yang dari Lingga, sesuai aturan, ukuran yang bisa dilalulintaskan itu 200 gram ke atas. Jadi Pokdakan Sejahtera Bersama ini melakukan pembesaran kepiting bakau, dari ukuran 1 kg 5-10 ekor menjadi 1 kg 3-4 ekor,” tuturnya.

Dalam proses budidaya ini Pokdakan Sejahtera Bersama menggunakan 500 kotak (keranjang yang berlubang). Tiap kotak diisi satu ekor kepiting bakau. Sedangkan untuk pakan, mereka membeli ikan-ikan air tawar kecil yang tidak dikonsumsi manusia.

“Untuk pakan mereka membeli ikan air tawar segar dari pemancing di danau yang tidak berkualitas. Harganya Rp6.000/kg, lebih murah dibanding beli pelet. Sedangkan kepiting siap panen dijual Rp160.000/kg. Untuk pemasaran, mereka sudah ada langganannya di pasar, juga ada yang dijual ke restoran,” kata dia.

Cicik mengatakan omset Pokdakan Sejahtera Bersama ini bisa mencapai Rp20 jutaan untuk proses pembesaran 1 bulan. Sedangkan keuntungan bersihnya berkisar Rp9 juta. Keuntungan ini mereka bagikan ke anggota, lalu sebagian untuk modal membeli bibitnya lagi.

“Jadi sebenarnya potensi untuk budidaya kepiting bakau di Batam ini sangat besar. Yang penting kondisi hutan bakaunya masih terjaga bagus, budidaya bisa dilakukan. Karena budidaya kepiting bakau ini masih bergantung alam, baik itu bibitnya maupun kualitas perairannya. Kalau terkait kendala, menurut para pembudidaya, kelangsungan ketersediaan bibitnya. Selain itu ukuran bibit juga tidak seragam jadi waktu panen juga tidak bisa berbarengan,” papar Cicik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up