
Diskan Batam – Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, Kepulauan Riau menyebut, fasilitas baru dan lengkap untuk tiga Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan meningkatkan produksi perikanan, serta kesejahteraan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Batam Yudi Admajianto mengatakan, pembangunan fisik di Kasu, Sekanak Raya, dan Tanjung Banun sudah selesai 100 persen.
“Semuanya sudah rampung. Tinggal hal-hal lainnya seperti listrik, serta menunggu sarana dan prasarana dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) datang. Tapi pembangunan fisik sudah 100 persen selesai di ketiga lokasi,” ujarnya ketika dihubungi di Batam, Rabu.
Menurut Yudi, keberadaan fasilitas yang lengkap diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tangkapan.
“Harapannya mudah-mudahan fasilitas yang ada bisa meningkatkan produksi perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” katanya.
Ia mengatakan pengurus Koperasi Merah Putih di masing-masing kampung nelayan tengah mengikuti pelatihan dan pendampingan manajemen bisnis dari KKP sebagai persiapan operasional.
“Jadi di setiap lokasi telah dibangun fasilitas terintegrasi, seperti pabrik es batu, cold storage, gerai alat tangkap dan perbengkelan, hingga sentra kuliner,” ujarnya.
Ia mengatakan, fasilitas tersebut nantinya dikelola koperasi sebagai sumber pendapatan bersama.
Selain infrastruktur, setiap lokasi juga mendapat dukungan sarana dari KKP berupa 10 unit mesin boat, serta alat tangkap untuk menunjang aktivitas melaut nelayan.
“Setiap lokasi mendapat 10 mesin, boat, dan alat tangkap,” ujar dia.
Sebagai penguatan, Diskan Batam juga menyalurkan bantuan bioflok di wilayah Tanjung Banun, Rempang, sebanyak 16 unit pada akhir 2025.
“Bioflok juga kami dukung untuk 3 kelompok pembudidaya ikan di Rempang. Dengan panen pertama diperkirakan April ini,” kata dia.
Sumber : Antara News
